Senin, 28 Oktober 2013

Cobalah Kopi 'Baru': Java Taman Dadar

Kalau tidak "labor intensive",
kopi ini tak akan selaziiz kenyataannya.
Tks +nanang trianggana
kiriman foto ini.
KALAU Anda sekalian bertanya pada kami: Apakah ada “barang baru”? Yak, inilah kopi yg “baru” saja datang itu, grès, new arrival, yang kami coba tawarkan utk teman2 sekalian. Rasanya bagaimana? Pasti merangsang selera .. : Legenda di balik bayang2 warisan sejarah pulau Jawa: JAVA TAMAN DADAR.

Ada aroma-kering: kayu atau akar-akaran yg berasa manis/wangi sekaligus kacang gurih berasa coklat [asyik, dan bikin penasaran ga?]; ada juga yg menengarai mengandung wangi dari ubi jalar; Aroma-basah: saputan uap rasa segar, coklat kuat; Kesegaran-nya bagaimana? Benar bahwa terkandung rasa segar nan asam, meskipun banyak kajian menyebut rasa asam itu bertingkat rendah, tapi mungkin untuk lidah publik Indonesia pun sudah akan bisa dirasakan lumayan kuat. Tapi ini bukanlah ‘kesegaran’ yg tajam sehingga bisa mengganggu  rongga mulut Anda, sekalipun rasa segar itu merata bersamaan dengan  ketebalan emulsi kopi ini (body, viscosity). Anda mungkin akan merasakan betapa kopi ini bagai memenuhi seluruh rongga mulut.

Minggu, 25 Agustus 2013

Kopi Lanang, Kopi Jomblo

"Kopi Lanang" dlm bentuk kopi beras
dari kebun Rengganis, Jember, Jatim
BELUM LAMA INI seorang kawan bertanya, apakah kopi lanang dpt dibudidayakan secara khusus? Tapi, tampaknya, kawan penanya ini sebenarnya sekaligus juga kurang mengenal apa itu “kopi lanang” .. Kami berniat menawarkan suatu tanggapan atas pertanyaan ini tapi sekaligus juga membuka diskusi kalau ada yg tertarik membahasnya. Silakan ..

Tampaknya perlu kita tanggapi terlebih dahulu latar belakang pertanyaan tt kopi lanang (peaberry) ini. Sebenarnya kami merasa ini pertanyaan agak 'kurang umum' dlm pengertian kami tak sangka pertanyaan ini muncul, tapi sekaligus kami sadari jangan2 kami keliru mengira krn kurang pengetahuan atau kurang keyakinan, karena jangan2 memang suatu ketika kopi lanang dpt dibudidayakan yak .. Selama ini kami pikir dan kami anggap begitu saja benar bahwa timbulnya kopi lanang merupakan fenomen alamiah shgg utk merekayasa secara khusus tentunya diperlukan teknologi genetik yg sangat canggih, di luar kemampuan orang awam.

Senin, 19 Agustus 2013

Mutu Minuman Kopi

Ini foto yg kami jepret baru2 ini:
Kopi arabika berjuluk tentatif
Java Sunda Papandayan.
Kopi ini nyaris kami kelola sendiri
setelah sampai
pada petani pengumpul ..
Anda mungkin akan heran:
Citarasanya segar spt sirup,
acidity asam jawa (tamarind),
buah anggur & coklat.
MUTU kopi bergantung pada berbagai faktor. Apakah kopi itu masih segar, alias baru saja keluar dari penyangraian, sudah berapa lama jarak waktu antara kopi yang berada di tangan Anda saat aktual dan saat, hari kapan disangrai.

 Dan yang sifatnya lebih “imperatif” lagi adalah kapan digiling, kapan biji-biji kopi tersangrai itu dijadikan bubuk kopi. Mengapa “imperatif”? Karena memang pada saat digiling itulah biji-biji kopi melepaskan, menghambur, menyebarkan aroma (kering)-nya. Sebelum digiling sebagian besar komponen dari aroma dan semua kandungan lain dari kopi, katakanlah, masih tersimpan di dalam butir2 biji kopi tersangrai.

Kalau sudah terlalu lama sejak digiling atau dihancurkan jadi bubuk, maka aroma kopi sudah menyebar, sudah sirna, sudah terbang di udara. Seperti dipraktikkan di kebanyakan pasar2 kecamatan terdekat dr areal budidaya kopi, sangat disayangkan, bahwa aroma kering kopi itu justru menyebar hanya di tempat penggilingan, dan bukan di tempat di mana orang hanya mau menikmati kopi. Kalau kopi yang mau kita nikmati itu memang berasal dari biji-biji kopi yang bermutu (ditentukan oleh mutu budidaya dan panennya, pemrosesan serta pengolahannya), tentunya jelas bahwa memang kopi-kopi semacam itulah yang lebih kita harapkan.

Minggu, 11 Agustus 2013

Mana cara seduh kopi paling cocok untuk orang super-sibuk atau ogah repot?

Memilih alat seduh kopi untuk keperluan menikmati kopi di rumah, bagaimana pun pada akhirnya memang perlu memperhatikan beberapa hal: kesukaan (kepraktisan? selera?), fitur dari alat ybs, mèrek, biaya (harga). Nah, ada seorang kawan yang hari-harinya sangat sibuk, seolah-olah dari pagi sampai petang penuh dengan acara. Berhenti sejenak buat bikin kopi sendiri di rumah pun dirasakan sangat rugi tapi tetap mau menikmati di rumah. Pertanyaannya: Apa atau mana cara seduh kopi dan peralatannya yang sesuai untuk dia ini? Apakah mesin seduh kopi espresso cocok untuknya? Berikut ini surat yang kami layangkan untuk kawan kita yang ogah rempong itu ..

Minggu, 28 Juli 2013

Kopi, Si Anggur Islam

Teko kopi Arab
Kebanyakan peminum kopi dewasa ini tidak lagi sadar bahwa kopi sesungguhnya adalah warisan dari tarekat-tarekat Sufi yang berkembang di jazirah Arab bagian selatan. Kita kenang jasa anggota tarekat Shadhiliyya karena telah menyebarluaskan kebiasaan minum kopi di seluruh jagad Islam di antara abad 6-8 Hijriah (abad 13-15 Masehi) [13 (596H) dan 15 Masehi (802H)] atau akhir abad ke-6 sd 8 Hijriah. Semula ada seorang pemuka tarekat Syadhiliyyah berkenalan dengan keberadaan kebiasaan minum kopi di Etiopia. Tanaman kopi di sana dikenal sebagai semak-semak yang tumbuh di dataran tinggi, begitu pula buah-buahnya dan minuman yang dibuat dari biji-biji buah itu disebut dengan nama ‘bun’.

Sejarawan memperkirakan sufi yang dimaksud itu adalah Abu’l-Hasan ‘Ali ibn Umar. Ia pernah tinggal di istana Sadaddin II, seorang sultan di Etiopia Selatan. `Ali ibn Umar kemudian kembali ke Yaman dengan membawa pengetahuan bahwa buah-buah kopi itu tidak hanya bisa dimakan tapi juga memiliki khasiat bisa bikin orang melèk, melawan kantuk. Sampai hari ini `Ali ibn Umar dimeteraikan jadi pelindung suci bagi petani kopi, pemilik kedai kopi dan para peminum kopi. Di Aljazair kopi sering disebut juga dengan kata “shadhiliyya” untuk menghormati `Ali ibn Umar.